Gumatika IPB

Math Story: Holmes dan Kopi

Math Story: Holmes dan Kopi

Pernahkah kamu dengar nama Sherlock Holmes ? Sherlock Holmes adalah tokoh detektif fiksi yang diciptakan Sir Arthur Conan Doyle. Sherlock adalah salah satu tokoh yang saya kagumi. Sherlock Holmes adalah seseorang detektif yang hampir sempurna karena dia memiliki otak yang cerdas, mata yang tajam, kemampuan berkelahi, dan kehebatan lainnya. Mungkin kekurangannya hanya satu, pecandu obat terlarang. Menurut saya seorang ilmuwan dan detektif memiliki beberapa kesamaan. Sherlock selalu memutuskan sesuatu berdasarkan data yang ada, dalam kasus ‘Scandal in Bohemia’, Sherlock pernah berkata “Salah besar mengajukan teori tanpa mempunyai data. Secara tak sadar, kita akan mengubah fakta agar cocok dengan teori, dan bukannya teori yang seharusnya disesuaikan dengan fakta”. Selain itu Sherlock juga menggunakan metode reductio ad absurdum untuk mendapatkan suatu kesimpulan, dalam kasus ‘The Blanched Soldier’, Sherlock berkata “…setelah saya menyingkirkan semua kemungkinan yang tak masuk akal, maka yang masih tersisa, itulah hal yang benar”.    Hal penting lain yang membuat Sherlock seperti seorang ilmuwan adalah ketelitiannya dalam mengamati segala sesuatu yang ada di sekitarnya. Sherlock bisa mengetahui pekerjaan, kondisi keuangan, bahkan kondisi rumah tangga seseorang hanya berdasarkan pengamatan dari detail-detail kecil. Seringkali Sherlock mendahului polisi dalam memecahkan kasus karena Sherlock memerhatikan hal-hal kecil yang dianggap remeh oleh orang lain. Dalam sains pun banyak penelitian besar yang berasal dari pengamatan hal-hal yang dianggap remeh oleh orang lain. Ada suatu karya ilmiah berjudul “Capillary Flow as the Cause of Rings Stains from Dried Liquid Drops” yang membahas penyebab air kopi yang mengering membentuk lingkaran yang berwarna lebih pekat di bagian luarnya. Penulisnya menjelaskan bahwa bagian dari noda kopi memiliki tingkat penguapan yang berbeda. Sehingga pola tersebut terbentuk karena serbuk kopi di bagian tengah terdorong arus aliran dalam air kopi ke bagian pinggir. Aliran tersebut muncul karena penguapan paling cepat terjadi di pinggir.    Paper tersebut adalah sebuah paper yang pendek (sekitar 3 halaman) dan padat mengenai topik yang sederhana. Tetapi paper itu terbit di jurnal sains top di Amerika dan ditulis oleh peneliti dari University of Chicago, salah satu universitas top di dunia. Selain itu paper mengenai noda kopi ini telah dirujuk oleh ribuan karya tulis lain. Dari sini kita dapat mengetahui bahwa seorang ilmuwan dan detektif tidak hanya harus pintar dalam memecahkan masalah tetapi juga harus memiliki pengamatan yang tajam. Noda kopi yang menurut kita hanya hal yang biasa dan remeh, tetapi bagi para ilmuwan hal ini adalah sesuatu  berharga. Bahkan dari setetes noda kopi kita bisa mempelajari aliran kapilaritas, sifat penguapan cairan, dan banyak hal lain.

Created by: Rian Kurnia

Sumber: Susanto, Hadi. 2015. Tuhan Pasti Ahli Matematika. Yogyakarta: PT Bentang Pustaka Sir Arthur Conan Doyle. 2003. Sherlock Holmes: The Complete Novels and Stories. US: Bantam Books

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *