Gumatika

Gugus Mahasiswa Matematika FMIPA IPB

Category: Artikel

GUGALTIKA, Perangkul Alumni Matematika IPB

GUGALTIKA merupakan himpunan alumni lulusan S-1 departemen Matematika FMIPA IPB. Kegiatan rutin yang dilakukan GUGALTIKA di antaranya adalah pemberian beasiswa, pemberian sumbangan dana untuk yang tertimpa musibah (kemalangan), pemberian buku, seminar dunia kerja dan temu alumni.

Selain itu, dalam upaya meningkatkan layanan pendidikan dan kesesuaian antara kurikulum pendidikan serta kebutuhan tenaga kerja, dilakukan pula tracer study untuk mendapatkan masukan dari alumni departemen Matematika FMIPA IPB. Hal ini bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai kepuasan alumni terhadap departemen Matematika yang mencakup proses pembelajaran serta sarana dan prasarana. Masukan ini akan dijadikan salah satu pertimbangan dalam meningkatkan kinerja departemen Matematika yang antara lain tercermin dari kualitas proses pembelajaran yang semakin baik dan lulusan yang berkualitas yang mampu bersaing dalam pasar tenaga kerja. Pengisian kuisioner dapat dilakukan secara online.

Tracer study dilaksanakan untuk mencari informasi dari atasan alumni mengenai tingkat kepuasan (evaluasi) terhadap alumni departemen Matematika yang meliputi pertanyaan tentang berbagai aspek yang berkaitan dengan penilaian bagi pekerjaannya. Selanjutnya dipertanyakan pula mengenai kepuasan terhadap alumni dan kinerja alumni Dldepartemen Matematika jika dibandingkan dengan alumni dari perguruan tinggi lain. (https://www.gugaltika-ipb.org/tentang-gugaltika-ipb/)

Nah, untuk mengenal lebih dalam tentang apa itu GUGALTIKA dan bagaimana kabar para alumni Matematika IPB, tim Dynamath magz bertanya langsung ke ketua umum GUGALTIKA yaitu Kak Rhesa Yogaswara alumni Matematika IPB angkatan 37. Berikut hasilnya:

Saat ini apa aja sih kesibukan GUGALTIKA?

GUGALTIKA memiliki beberapa tujuan, yaitu:

  1. Membangun jaringan alumni sebagai penunjang dunia kerja dan usaha
  2. Sebagai sarana untuk meningkatkan positif image departemen Matematika IPB

 

Kesibukan saat ini masih membangun infrastruktur dasar seperti:

  1. Merapikan dan menyempurnakan AD ART
  2. Mengumpulkan database alumni
  3. Melakukan kaderisasi keorganisasian di IPB karena mayoritas anak Matematika IPB tidak senang berorganisasi

 

Kalau saat ini GUGALTIKA masih membangun infrastruktur, berarti GUGALTIKA masih baru ya kak?

Ngga baru-baru banget sih. Gugaltika lahir tahun 2001, ketua pertamanya Kak Ahmed (Ahmad Hendra Marfiadi) angkatan 29, sekjennya Warsito. Namun yang berorganisasi di Matematika memang beda dengan jurusan lain ya jadi banyak tertidur. Dulu saya diangkat tahun 2010. Sudah lima tahun periode saya yang seharusnya sudah diganti 2013 yang lalu.

Oh begitu, jadi seharusnya periode keengurusannya selama tiga tahun ya kak? Lalu, apa kegiatan terakhir GUGALTIKA untuk para alumni?

Nah itu dia, belum ada rumusannya karena AD ART nya belum fix. Kegiatan terakhir sih Gugaltika sering buat acara dinner gathering di Jakarta.

Apa ada kegiatan lainnya?

Kegiatan lainnya adalah seperti bagaimana membangun dan membina adik-adik mahasiswa.

Contohnya seperti apa kak?

Seminar math challenge dan seminar dunia kerja. Seminar ini kerjasama dengan GUMATIKA kok.

Oh iya, IMC ya. Lalu bagaimana dengan alumninya, kebanyakan para alumni Matematika IPB bekerja di bidang apa saja sekarang kak?

Survey terakhir di tahun 2010 mayoritas guru, yang kedua banker, ketiga IT, keempat research industry, dst.

Terakhir, Kak Rhesa juga mengadakan acara gathering silaturahmi bersama para alumni dan beberapa mahasiswa Matematika IPB di Jakarta tanggal 5 Mei 2015. Acara tersebut berjalan lancar dan terselenggara dengan baik dan inilah hasilnya:

  1. Penambahan kas GUGALTIKA
  2. Meeting kecil program sosial GUGALTIKA akan dilakukan dalam waktu dekat.
  3. Reuni akbar akan dilakukan dibulan desember 2015. Dengan GUMATIKA sebagai pelaksana kegiatan.
  4. Pemilihan ketua GUGALTIKA 2016 – 2019 akan dilaksanakan desember 2015, dengan kandidat sbb:
    • Frederick Math41: Business Development MetroTV. Pelatih Sepak bola IPB yg berhasil membawa harum nama IPB ke kancah Asia Tenggara di kejuaraan di Malaysia.
    • Rudi Math46: Seorang analyst perusahaan konsultan people management. Ex Ketua Gumatika.
    • Hardono Math45: PNS konservasi dan litbang kehutanan Indonesia. Ex Ketua MPJ.
    • Abi Math48: aktuaris AIA Insurance. Ex Ketua Pelaksana IPB Mathematics Challenges yang juga merupakan ketua pelaksana pertama di GUMATIKA yg berhasil menggaet sponsor sangat besar seperti dari Manulife dan AIA.

Jadi, kita tidak perlu bingung bagaimana setelah lulus nanti karena kita punya GUGALTIKA yaitu organisasi yang membantu dan merangkul para alumni Matematika IPB. Beruntunglah kita sebagi Mahasiswa Matematika IPB, sob! Jadi pengen cepet lulus kan?

Share/Bookmark

Math Story: Holmes dan Kopi

sherlock-holmes-logo-png-6

Pernahkah kamu dengar nama Sherlock Holmes ? Sherlock Holmes adalah tokoh detektif fiksi yang diciptakan Sir Arthur Conan Doyle. Sherlock adalah salah satu tokoh yang saya kagumi. Sherlock Holmes adalah seseorang detektif yang hampir sempurna karena dia memiliki otak yang cerdas, mata yang tajam, kemampuan berkelahi, dan kehebatan lainnya. Mungkin kekurangannya hanya satu, pecandu obat terlarang. Menurut saya seorang ilmuwan dan detektif memiliki beberapa kesamaan. Sherlock selalu memutuskan sesuatu berdasarkan data yang ada, dalam kasus ‘Scandal in Bohemia’, Sherlock pernah berkata “Salah besar mengajukan teori tanpa mempunyai data. Secara tak sadar, kita akan mengubah fakta agar cocok dengan teori, dan bukannya teori yang seharusnya disesuaikan dengan fakta”. Selain itu Sherlock juga menggunakan metode reductio ad absurdum untuk mendapatkan suatu kesimpulan, dalam kasus ‘The Blanched Soldier’, Sherlock berkata “…setelah saya menyingkirkan semua kemungkinan yang tak masuk akal, maka yang masih tersisa, itulah hal yang benar”.    Hal penting lain yang membuat Sherlock seperti seorang ilmuwan adalah ketelitiannya dalam mengamati segala sesuatu yang ada di sekitarnya. Sherlock bisa mengetahui pekerjaan, kondisi keuangan, bahkan kondisi rumah tangga seseorang hanya berdasarkan pengamatan dari detail-detail kecil. Seringkali Sherlock mendahului polisi dalam memecahkan kasus karena Sherlock memerhatikan hal-hal kecil yang dianggap remeh oleh orang lain. Dalam sains pun banyak penelitian besar yang berasal dari pengamatan hal-hal yang dianggap remeh oleh orang lain. Ada suatu karya ilmiah berjudul “Capillary Flow as the Cause of Rings Stains from Dried Liquid Drops” yang membahas penyebab air kopi yang mengering membentuk lingkaran yang berwarna lebih pekat di bagian luarnya. Penulisnya menjelaskan bahwa bagian dari noda kopi memiliki tingkat penguapan yang berbeda. Sehingga pola tersebut terbentuk karena serbuk kopi di bagian tengah terdorong arus aliran dalam air kopi ke bagian pinggir. Aliran tersebut muncul karena penguapan paling cepat terjadi di pinggir.    Paper tersebut adalah sebuah paper yang pendek (sekitar 3 halaman) dan padat mengenai topik yang sederhana. Tetapi paper itu terbit di jurnal sains top di Amerika dan ditulis oleh peneliti dari University of Chicago, salah satu universitas top di dunia. Selain itu paper mengenai noda kopi ini telah dirujuk oleh ribuan karya tulis lain. Dari sini kita dapat mengetahui bahwa seorang ilmuwan dan detektif tidak hanya harus pintar dalam memecahkan masalah tetapi juga harus memiliki pengamatan yang tajam. Noda kopi yang menurut kita hanya hal yang biasa dan remeh, tetapi bagi para ilmuwan hal ini adalah sesuatu  berharga. Bahkan dari setetes noda kopi kita bisa mempelajari aliran kapilaritas, sifat penguapan cairan, dan banyak hal lain.

Created by: Rian Kurnia

Sumber: Susanto, Hadi. 2015. Tuhan Pasti Ahli Matematika. Yogyakarta: PT Bentang Pustaka Sir Arthur Conan Doyle. 2003. Sherlock Holmes: The Complete Novels and Stories. US: Bantam Books

Matematikawan

Karl Weierstrass

Karl Weierstrass

Karl Theodor Wilhelm Weierstrass (Weierstraß, 1815-1897) ialah seorang matematikawan Prusia yang mengembangkan teori lengkap tentang deret fungsi dan menyusun legitimasi operasi-operasi yang demikian sebagai pengintegralan dan pendiferensialan suku demi suku.

Terlahir sebagai warga Prusia, Weierstrass belajar hukum di Universitas Bonn namun gagal memperoleh gelar (sebagian karena kelakar minum birnya). Ia memang lulus ujian negara untuk guru dan selama 15 tahun mengajar mata pelajaran seperti mengarang dan olahraga senam., sementara mempelajari matematika di malam hari. Dari posisi yang tak dikenal di sebuah kota kecil, kemudian ia melakukan karya dalam matematika yang dapat dibandingkan dengan yang terbaik di Eropa. Sejumlah hasil yang diterbitkannya memberinya undangan untuk mengajar lebih dulu di Universitas Teknik Berlin. Dari sana pengaruhnya menyebar ke seluruh dunia matematika.

Ia adalah seorang pemikir metodis yang cermat. ia bersikeras pada ketepatan yang lengkap di semua matematika dan menetapkan pembakuan yang diakui dan ditiru hingga kini.


Johannes Kepler

Johannes Kepler

Johannes Kepler (27 Desember 1571 – 15 November 1630), seorang tokoh penting dalam revolusi ilmiah, adalah seorang astronom Jerman, matematikawan dan astrolog. Dia paling dikenal melalui hukum gerakan planetnya. Dia kadang dirujuk sebagai “astrofisikawan teoretikal pertama”, meski Carl Sagan juga mamanggilnya sebagai ahli astrologi ilmiah terakhir.

Orang Eropa abad ke-16 sangat mengagumi komet. Maka, pada suatu malam, sewaktu sebuah komet yang dipopulerkan oleh astronom Denmark Tycho Brahe terlihat di langit, Katharina Kepler membangunkan putranya, Johannes, yang berusia enam tahun untuk menyaksikan komet itu. Lebih dari 20 tahun kemudian, sewaktu Brahe meninggal, siapakah yang dilantik Kaisar Rudolf II untuk menggantikan jabatan Barahe sebagai matematikawan kekaisaran. Pada usia 29 tahun, Johannes Kepler menjadi matematikawan kekaisaran untuk Kaisar Romawi Suci, beserta ahli astrologi kerajaan Jendral Wallenstein, suatu jabatan yang ia pegang hingga akhir hayatnya. Kepler juga seorang profesor matematika di Universitas Graz. Karir Kepler juga bersamaan dengan karir Galileo Galilei. Pada awal karirnya, Kepler adalah asisten Tycho Brahe.

Kepler sangat dihargai bukan hanya dalam bidang matematika. Ia menjadi sangat terkenal di bidang optik dan astronomi. Kepler, meski perawakannya kecil, memiliki kecerdasan yang memukau dan juga kepribadian yang gigih. Ia didiskriminasi sewaktu tidak mau pindah agama ke Katolik Roma, sekalipun di bawah tekanan hebat.


Maria Gaetana Agnesi

Maria Gaetana Agnesi
Maria Gaetana Agnesi (1718-1799) adalah anak tertua dari 21 bersaudara, ia dilahirkan dalam keluarga Italia kaya dan terpelajar dan mempunyai ayah seorang matematikawan. Ia menguasai bahasa latin, bahasa Yunani, bahasa-bahasa Yahudi dan beberapa bahasa lainnya dalam usia 9 tahun. Pada usia 20 tahun ia memulai sebuah karyanya yang terpenting, sebuah buku ajar kalkulus. Untuk masanya, kejelasannya sungguh-sungguh mengagumkan dan merupakan buku ajar kalkulus luas yang pertama sejak karya dini dari I’Hospital. Buku itu memberikan banyak kehormatan termasuk pengakuan dari Kaisar Maria Theresa dan Paus Benediktus XIV.

Nama Agnesi menguasai suatu tempat dalam kepustakaan matematika melalui suatu sumbangan kecil Maria yakni pembahasannya tentang kurva yang dikenal sebagai versiera, yang berasal dari bahasa latin vertere yang artinya membalik. Kurva tersebut dikenal sebagai sihir dari Agnesi karena versiera dalam bahasa Italia berarti Iblis betina.

Pada peringatan seratus tahun meninggalnya, kota Milan menghormati Agnesi dengan memberi nama sebuah jalan atas namanya. Sebuah batu pertama di bagian muka gedung Luogo Pio bertuliskan prasasti yang isinya “terpelajar dalam matematika, keagungan Italia dan abadnya”.


Carl Friedrich Gauss

Carl Friedrich Gauss.
Johann Carl Friedrich Gauss (Gauß) (30 April 1777 – 23 Februari 1855) adalah matematikawan, astronom, dan fisikawan Jerman legendaris yang memberikan beragam kontribusi; ia dipandang sebagai salah satu matematikawan terbesar sepanjang masa selain Archimedes dan Isaac Newton.

Dilahirkan di Braunschweig, Jerman, saat umurnya belum genap 3 tahun, ia telah mampu mengoreksi kesalahan daftar gaji tukang batu ayahnya. Menurut sebuah cerita, pada umur 10 tahun, ia membuat gurunya terkagum-kagum dengan memberikan rumus untuk menghitung jumlah suatu deret aritmatika berupa penghitungan deret 1+2+3+…+100. Meski cerita ini hampir sepenuhnya benar, soal yang diberikan gurunya sebenarnya lebih sulit dari itu. [1]

Gauss ialah ilmuwan dalam berbagai bidang: matematika, fisika, dan astronomi. Bidang analisis dan geometri menyumbang banyak sekali sumbangan-sumbangan pikiran Gauss dalam matematika. Kalkulus (termasuk limit) ialah salah satu bidang analisis yang juga menarik perhatiannya.

Gauss meninggal dunia di Göttingen.

 

Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Matematikawan

 

Matematika Terapan

Matematika terapan berkenaan dengan penggunaan alat matematika abstrak guna memecahkan masalah-masalah konkret di dalam ilmu pengetahuan, bisnis, dan wilayah lainnya. Sebuah lapangan penting di dalam matematika terapan adalah statistika, yang menggunakan teori peluang sebagai alat dan membolehkan penjelasan, analisis, dan peramalan gejala di mana peluang berperan penting. Sebagian besar percobaan, survey, dan pengkajian pengamatan memerlukan statistika. Tetapi banyak statistikawan, tidak menganggap mereka sendiri sebagai matematikawan, melainkan sebagai kelompok sekutu. Analisis numerik menyelidiki metode komputasional untuk memecahkan masalah-masalah matematika secara efisien yang biasanya terlalu lebar bagi kapasitas numerik manusia; analisis numerik melibatkan pengkajian galat pemotongan atau sumber-sumber galat lain di dalam komputasi.

 

Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Matematika#Matematika_terapan

© 2019 Gumatika

Theme by Anders NorenUp ↑